Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2024

Tafsir Surat Al Isra Ayat Satu

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci (Allah) yang telah mengisra’kan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjid al-Haram ke al-Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekitarnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Kata subhaana terambil dari kata sabaha yang pada mulanya berarti menjauh. “Bertasbih” dalam pengertian agama berarti “Menjauhkan Allah dari segala sifat kekurangan dan kejelekan.” Dengan mengucapkan “Subhaanallah”, si pengucap mengakui bahwa tidak ada sifat, atau perbuatan Tuhan yang kurang sempurna, atau tercela, tidak ada juga ketetapan-Nya yang tidak adil, baik terhadap orang/makhluk lain maupun terhadap si pengucap.

Jumat, 05 Mei 2023

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 18

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ -- ال عمران: ١٨

شَهِدَ اللهُ] بَيَّنَ لِخَلْقِهِ بِالدَّلاَئِلِ وَالْآيَاتِ [أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ] أَيْ لاَ مَعْبُوْدَ فِي الْوُجُوْدِ بِحَقٍّ [إِلاَّ هُوَ وَ] شَهِدَ بِذَلِكَ [الْمَلاَئِكَةُ] بِاْلإِقْرَارِ [وَأُولُوا الْعِلْمِ] مِنْ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ بِالْإِعْتِقَادِ وَاللَّفْظِ [قَآئِمًا] بِتَدْبِيْرِ مَصْنُوْعَاتِهِ وَنَصْبُهُ عَلَى الْحَالِ وَالْعَامِلُ فِيْهَا مَعْنَى الْجُمْلَةِ أَيْ تَفَرَّدَ [بِالْقِسْطِ] بِالْعَدْلِ [لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ] كَرَّرَهُ تَأْكِيْدًا [الْعَزِيْزُ] فِي مُلْكِهِ [الْحَكِيْمُ] فِي صُنْعِهِ

[Allah menyaksikan] artinya menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya dengan dalil-dalil dan ayat-ayat [bahwasanya tidak ada Tuhan] yakni tidak ada yang disembah dalam wujud ini dengan benar [melainkan Dia, dan] menyaksikan pula atas yang demikian itu [para malaikat] dengan pengakuan mereka [dan orang-orang yang berilmu] dari kalangan para nabi dan orang-orang beriman, baik dengan keyakinan maupun dengan perkataan [menegakkan keadilan] dengan mengatur makhluk ciptaan-Nya. Manshub disebabkan kedudukannya sebagai hal, sedangkan yang menjadi amilnya ialah arti keseluruhan yakni hanya Allah-lah yang mengatur makhluk-Nya dengan seadil-adilnya. [Tidak ada Tuhan melainkan Dia] diulangi kembali memperkokoh perkataan sebelumnya [Yang Maha Perkasa] dalam kerajaan-Nya [lagi Maha Bijaksana] dalam perbuatan dan ciptaan-Nya.