Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Agustus 2023

Hukum Bergeser Usai Shalat Fardhu untuk Shalat Sunnah

Rasulullah Saw dalam salah satu sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim melalui jalur Zaid bin Tsabit ra menganjurkan untuk menjalankan shalat sunnah di rumah. Tentunya tidak semua shalat sunnah dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah, seperti shalat id dan shalat sunnah gerhana.

Atas dasar ini, para ulama dari kalangan madzhab Syafi’i menyatakan bahwa jika shalat itu termasuk dari shalat yang setelahnya dianjurkan untuk menjalankan shalat nafilah atau shalat sunnah, maka orang yang ingin mengerjakan shalat sunnah tersebut dianjurkan melaksanakannya di rumah.

Kamis, 08 Juni 2023

Shalat di Raudhah

Raudhah, secara bahasa berarti kebun atau taman. Sedangkan yang dimaksud dengan Raudhah dalam tulisan ini adalah tempat  yang berada di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad Saw. Di tempat inilah Rasulullah Saw selalu menunaikan shalat hingga akhir hayat beliau. Disebutkan dalam sebuah riwayat:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا بَيْنَ قَبْرِي وَمِنْبَرِي هَذَا رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ

“Dari Abi Sa'id al-Khudri ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Tempat yang ada di antara kuburanku dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) dari beberapa kebun surga.” (HR Ahmad)

Tempat ini sangatlah istimewa. Itulah sebabnya seseorang disunnahkan untuk selalu beribadah dan shalat di Raudhah.

Rabu, 07 Juni 2023

Shalat Arbain di Masjid Nabawi

Sebelum membahas tentang shalat arbain, mari terlebih dahulu kita simak keutamaan tiga masjid yang memiliki sejarah besar dalam Islam, yaitu Masjidil Haram, Masjidin Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw bersabda: "Dilarang bersikeras untuk berkunjung kecuali pada tiga tempat, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini, serta Masjidil Aqsha.” (HR Bukhari)

Di hadits ini terdapat anjuran yang sangat kuat dari Nabi Saw untuk menziarahi dan beribadah di tiga masjid itu. Mengapa? Karena ketiga masjid ini mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki masjid mana pun di dunia ini.

Selasa, 06 Juni 2023

Shalat Sunnah Safar Bagi Jamaah Haji

Jamaah calon haji disarankan untuk melakukan shalat sunnah safar dua rakaat sebelum keluar dari rumah untuk menuju tanah suci. Shalat sunnah ini dilaksanakan secara ringan dengan bacaan surat yang telah ditentukan.

Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Idhah fi Manasik al-Hajj menjelaskan secara khusus  tata cara shalat ini.

يستحب إذا أراد الخروج من منزله أن يصلي ركعتين يقرأ في الأولى بعد الفاتحة (قل يا أيها الكافرون) وفي الثانية (قل هو الله أحد) ففي الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما خلف عبد أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد السفر

“Jamaah haji dianjurkan melakukan shalat dua rakaat sebelum keluar rumah. Pada rakaat pertama ia dianjurkan untuk membaca surat al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad Saw bersabda, ‘Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua rakaat,’” (Al-Idhah fi Manasikil Hajj pada Hasyiyah Ibni Hajar, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], hal. 23).

Kamis, 20 April 2023

Saat ‘Id Berkumpul di Hari Jumat: Shalat Jumat Jadi Tidak Wajib?

A. Dalil yang Tetap Mewajibkan Shalat Jumat

Dari Al-Quran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ - الجمعة: ٩

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. al-Jumu’ah: 9)

Dari Hadits

عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ - رواه النسائي

“Dari Hafshah (istri Nabi Saw) bahwa Nabi Saw bersabda: "Mendatangi shalat Jumat hukumnya wajib bagi setiap (Muslim) yang sudah baligh (dewasa)." (HR. Nasa’i)

Selasa, 11 April 2023

Hadis Shalat Tasbih Palsu: Benarkah?

Hadis Shalat Tasbih

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ : يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أَحْبُوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ. عَشْرَ خِصَالٍ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw berkata kepada Abbas bin Abdul Mutthalib: “Hai pamanku, Abbas, maukah Anda saya beri sesuatu? Maukah Anda saya anugerahi sesuatu? Maukah Anda saya hadiahi sesuatu? Maukah Anda saya berbuat sesuatu? Ada sepuluh hal, apabila Anda melakukannya, maka Allah akan  mengampuni dosa-dosa Anda. Dosa-dosa yang dulu maupun yang belakangan. Dosa-dosa yang lama maupun yang baru. Dosa-dosa yang sengaja dilakukan maupun yang tidak sengaja dilakukan. Dosa-dosa yang kecil maupun dosa-dosa yang besar. Dosa-dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun yang dilakukan secara terang-terangan.

Senin, 06 Februari 2023

Mengapa Saat Bangkit dari Ruku' Tidak Dibaca Takbir Intiqal?

Dalam shalat dikenal istilah takbir intiqal, yakni kesunnahan mengucapkan kalimat takbir, “Allahu Akbar”  الله اكبر setiap kali perpindahan gerak. Ada satu yang berbeda, yakni ketika bangun dari ruku’, bukanlah kalimat takbir yang sunnah diucapkan, melainkan kalimat tasmi’, “Sami’allahu liman hamidah”  سمع الله لمن حمده.

Mengapa terjadi perbedaan yang demikian itu?

Syaikh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I’anatuth Thalibin (Beirut: Darul Fikr, 1997) meriwayatkan sebuah kisah yang menjadi penyebab perbedaan kesunnahan ucapan ketika bangun dari ruku’ ini sebagai berikut:

Rabu, 01 Februari 2023

Baru Dapat Satu Rakaat, Tiba-tiba Masuk Waktu Shalat Lain, Bagaimana?

Allah Subhanahu wata’ala mewajibkan bagi seluruh umat Islam untuk menjalankan shalat pada masing-masing waktu yang telah ditentukan. Seperti yang difirmankan di dalam al-Qur’an:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu bagi orang-orang mukmin adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.” (QS. An-Nisa’ Ayat 103)

Dalam kajian fiqih, waktu pelaksanaan shalat bersifat wajib yang longgar (muwassa’). Artinya, shalat menjadi wajib bagi setiap muslim saat awal masuknya waktu shalat. Kewajiban ini awalnya diharuskan untuk dilaksanakan dengan segera ketika masuknya waktu, namun boleh untuk diakhirkan sampai batas akhir waktu shalat tersebut dengan cara adanya ‘azm, yaitu bertekad untuk melaksanakan shalat di waktu nanti sekiranya masih pada waktunya.

Selasa, 31 Januari 2023

Tolok Ukur Mendapatkan Satu Rakaat

Dalam madzhab Syafi’i shalat berjamaah dihukumi fardhu kifayah untuk dilakukan, sehingga di setiap daerah seharusnya ada yang menunaikan shalat berjamaah agar penduduknya terhindar dari perbuatan dosa. Saat ini semangat untuk menunaikan shalat berjamaah terus meningkat, dan semoga akan terus meningkat. Yang sering memunculkan pertanyaan adalah apa yang menjadi tolok ukur di dalam shalat berjamaah bahwa seseorang itu telah mendapatkan satu rakaat.

Pertanyaan yang demikian itu sudah mendapat jawaban dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوْعَ فَقَدْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ

“Barangsiapa yang mendapatkan ruku’ (bersama imam), maka ia telah mendapatkan satu rakaat.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 26 November 2022

Posisi Kepala Mayit Saat Dishalatkan

Khilaf di kalangan ulama tentang menentukan posisi kepala mayit saat dishalatkan. Ada yang membedakan posisi kepala mayit laki-laki dan perempuan. Namun ada juga yang tidak. Seperti yang kebanyakan terjadi saat ini, posisi kepala mayit berada disebelah utara (kanan imam) saat dishalatkan berdasarkan pendapat ulama Malikiyah.

Pendapat ulama Malikiyah ini bisa ditemukan, misalnya, di dalam kitab At-Taj wa al-Iklil, sebagaimana berikut ini:

رَأْسُ الْمَيِّتِ عَنْ يَمِيْنِهِ -- ابْنُ عَرَفَةَ: يَجْعَلُ رَأْسُ الْمَيِّتِ عَنْ يَمِيْنِ اْلإِمَامِ، فَلَوْ عَكَسَ فَقَالَ سَحْنُوْنَ وَابْنُ الْقَاسِمِ: صَلاَتُهُمْ مُجْزِئَةٌ عَنْهُمْ. التاج والإكليل لمختصر خليل، ج٢/ص٣٥٢

Selasa, 22 November 2022

Shalat Sunnah Qabliyyah Jumat

Shalat sunnah qabliyyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu. Karena shalat Jumat merupakan shalat fatdhu, maka disunnahkan juga melakukan shalat qabliyyah. Ada banyak hadits yang menjelaskan kesunnahan ini. Di antaranya adalah sabda Rasulullah Saw kepada seseorang yang datang ke masjid pada saat beliau sedang berkhutbah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَلَّيْتَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجِيءَ قَالَ لاَ قَالَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيْهِمَا - رواه ابن ماجه

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Sulaik al-Ghathafani masuk ke dalam masjid sementara Rasulullah Saw sedang berkhutbah. Lalu Nabi Saw bersabda bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah melaksanakan shalat sebelum engkau datang ke sini?” Ia berkata, “Belum.” Beliau kemudian bersabda, “Shalatlah dua rakaat dan ringankanlah.” (HR Ibn Majah).

Rabu, 16 November 2022

Mengikuti Imam

Makmum adalah orang yang ikut kepada imam. Oleh karena itu hendaklah ia mengikuti semua gerakan imam. Di dalam hadits disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ وَأَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلَاةِ

“Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Dijadikannya imam adalah untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihnya. Jika ia ruku’ maka ruku’lah kalian, jika ia mengucapkan 'sami'allahu liman hamidah' maka ucapkanlah, 'rabbana lakal hamdu'. Jika ia sujud maka sujudlah kalian, jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semuanya dengan duduk, dan luruskanlah shaf, karena lurusnya shaf merupakan bagian dari baiknya shalat." (HR al-Bukhari).

Rabu, 02 November 2022

Sujud Kedua

Setelah duduk dengan sempurna, kemudian melakukan sujud kedua, yang hukumnya adalah wajib. Dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud pertama, baik dari sisi cara maupun dzikir yang dibaca.

Pada saat melakukan sujud, baik pertama ataupun kedua, tidak ada kewajiban untuk untuk menyentuhkan dahi ke tanah secara langsung. Oleh karena itu, tidak ada larangan untuk menggunakan karpet atau sajadah sebagai alas, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw, tersebut di dalam hadits:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَهُ حَصِيْرٌ يَبْسُطُهُ وَيُصَلِّي عَلَيْهِ - رواه البخاري

"Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw memiliki sebuah tikar (sajadah) yang dihamparkannya dan beliau shalat di atasnya." (HR Bukhari).

Senin, 19 September 2022

Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk di antara dua sujud adalah rukun dalam shalat. Tujuannya adalah untuk memisahkan antara sujud pertama dan kedua. Pertama kepala diangkat dari sujud seraya mengucapkan takbir, yang berakhir ketika telah duduk secara sempurna. Cara duduk yang dianjurkan adalah iftirasy, yakni duduk di atas kaki yang kiri. 

Imam al-Ghazali menjelaskan:

اِرْفَعْ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ مُكَبِّرًا حَتَّى تَعْتَدِلَ جَالِسًا وَاجْلِسْ عَلَى رِجْلِكَ الْيُسْرَى وَانْصِبْ قَدَمَكَ الْيُمْنَى وَضَعْ يَدَيْكَ عَلَى فَخِذَيْكَ وَاْلأَصَابِعُ مَنْشُوْرَةٌ - بداية الهداية : ٤٩

"Angkatlah kepalamu dari sujud sehingga duduk dengan tegak, seraya mengucapkan takbir. Duduklah di atas kakimu yang kiri dan luruskan kakimu yang kanan. Letakkan kedua tanganmu di atas paha sedangkan jari-jarinya diluruskan." (Bidayah al-Hidayah: 49).

Pada saat duduk di antara dua sujud sunnah membaca doa:

Imam Memperlama Sujud Terakhir: Bolehkah?

Akhir-akhir ini muncul kebiasaan imam di dalam shalat berjamaah memperlama sujudnya yang terakhir. Bolehkah hal yang demikian itu dilakukan oleh seorang imam sedangkan ia sedang memimpin banyak orang dalam shalat berjamaah?

Hal yang perlu dipahami di awal adalah kita dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah saat sujud, karena sujud itu merupakan saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Rasulullah Saw bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat sujud itu.” (HR Imam Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i dari Abu Hurairah ra).

Rabu, 14 September 2022

Sujud Pertama

Sujud merupakan rukun dalam shalat. Dilaksanakan setelah i'tidal dengan sempurna. Turun untuk sujud disertai dengan bacaan takbir tanpa mengangkat kedua tangan. 

Imam al-Ghazali menjelaskan:

ثُمَّ اسْجُدْ مُكَبِّرًا غَيْرَ رَافِعِ الْيَدَيْنِ وَضَعْ أَوَّلاً عَلَى اْلأَرْضِ رُكْبَتَيْكَ ثُمَّ يَدَيْكَ ثُمَّ جَبْهَتَكَ مَكْشُوْفَةً وَضَعْ أَنْفَكَ مَعَ الْجَبْهَةِ - بداية الهداية : ٤٩

"Kemudian sujudlah seraya mengucapkan takbir, tanpa mengangkat kedua tangan. Pertama kali letakkan kedua lututmu, kemudian kedua tangan, lalu dahimu dalam keadaan terbuka, dan sentuhkan pula hidung ke tempat sujud bersamaan dengan dahi." (Bidayah al-Hidayah: 49).

Minggu, 11 September 2022

Qunut Subuh

Khusus pada rakaat kedua shalat Subuh, setelah i’tidal disunnahkan membaca qunut. Imam al-Ghazali menjelaskan:

وَإِنْ كُنْتَ فِي فَرِيْضَةِ الصُّبْحِ فَاقْرَأْ الْقُنُوْتَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ فِي اعْتِدَالِكَ - بداة الهداية : ٤٩

"Jika engkau sedang melaksanakan shalat fardhu Subuh, maka bacalah qunut pada rakaat kedua ketika i'tidal" (Bidayah al-Hidayah: 49).

Kesunnahan membaca qunut ini merupakan pendapat dalam madzhab Syafi'i yang juga merupakan pendapat para sahabat Nabi Saw. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al-Majmu':

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْقُنُوْتُ فِيْهَا سَوَاءٌ نَزَلَتْ نَازِلَةٌ أَمْ لَمْ تَنْزِلْ وَبِهَذَا قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَوْكَثِيْرٌ مِنْهُمْ وَمِمَّنْ قَالَ بِهِ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَالْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ - المجموع، ج٣ ص٥٠٤   

"Dalam madzhab kita (madzhab Syafi'i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat Subuh. Baik ada bala' (cobaan, bencana, azab, dll) maupun tidak, inilah pendapat kebanyakan ulama salaf dan setelahnya. Di antaranya adalah Abu Bakar al-Shiddiq, Umar Ibn Khaththab, Utsman, Ali, Ibn Abbas dan al-Bara' bin Azib ra." (al-Majmu', Juz I, halaman 504).  

Selasa, 06 September 2022

I'tidal

Setelah sempurna melakukan ruku' kemudian melakukan i'tidal. Berdiri kembali pada posisi semula seraya mengangkat kedua tangan dan mengucapkan: 

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

[Sami'allaahu liman hamidah] 

"Allah Maha Mendengar kepada semua orang yang memuji-Nya."

عَنْ أَبِي حَمِيْدٍ السَّاعِدِي قَالَ وَهُوَ يَصِفُ صَلاَةَ رَسُوْلِ اللهِ فَإِذَا رَفَعَ اسْتَوَى حَتَّى يَعُوْدَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ - رواه البخاري

"Dari Abu Hamid al-Sa'idi, ia menggambarkan shalat Rasulullah Saw, jika bangun, beliau tegak lurus sampai setiap tulang kembali kepada tempatnya." (Shahih al-Bukhari, Juz I, halaman 284 [794]).

Rabu, 31 Agustus 2022

Ruku'

Pekerjaan selanjutnya adalah ruku'. Hukum ruku' adalah wajib karena termasuk rukun shalat. Selain sabda Nabi Saw yang memerintahkan ruku' ketika shalat, kewajiban ini juga didasarkan firman Allah Swt:

وَأَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ - البقرة : ٤٣

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. al-Baqarah: 43).

Adapun cara turun untuk ruku' adalah sebagai berikut: setelah membaca surat, kemudian berhenti sejenak sekedar waktu yang diperlukan untuk membaca subhanallah, lalu turun untuk ruku' dengan mengangkat tangan dan mengucapkan takbir. Imam al-Ghazali menjelaskan:

وَلاَ تَصِلْ آخِرَ السُّوْرَةِ بِتَكْبِيْرِ الرُّكُوْعِ وَلَكِنِ افْصِلْ بَيْنَهُمَا بِمِقْدَارِ سُبْحَانَ اللهِ، ثُمَّ كَبِّرْ لِلرُّكُوْعِ وَارْفَعْ يَدَيْكَ كَمَا سَبَقَ وَمُدَّ التَّكْبِيْرَ اِلَى انْتِهَاءِ الرُّكُوْعِ - بداية الهداية : ٤٨    

"Janganlah engkau sambung akhir bacaan suratmu dengan takbir untuk ruku', tetapi pisahlah dengan sekedar (waktu yang dibutuhkan untuk membaca) bacaan subhanallah. Kemudian ucapkan takbir untuk ruku'. Angkatlah kedua tanganmu sebagaimana ketika takbiratul ihram. Ucapkan takbir itu sampai sempurna melakukan ruku'." (Bidayah al-Hidayah: 48).

Senin, 29 Agustus 2022

Hukum Membaca Dua Surat atau Lebih dalam Satu Rakaat

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِيْ مَسْجِدِ قُبَاءَ فَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُوْرَةً يَقْرَأُ لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ فَقَرَأَ بِهَا افْتَتَحَ بِقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ثُمَّ يَقْرَأُ بِسُورَةٍ أُخْرَى مَعَهَا وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوْا إِنَّكَ تَقْرَأُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِسُوْرَةٍ أُخْرَى فَإِمَّا أَنْ تَقْرَأَ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا وَتَقْرَأَ بِسُوْرَةٍ أُخْرَى قَالَ مَا أَنَا بِتَارِكِهَا إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِهَا فَعَلْتُ وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ وَكَانُوا يَرَوْنَهُ أَفْضَلَهُمْ وَكَرِهُوْا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوْهُ الْخَبَرَ فَقَالَ يَا فُلاَنُ مَا يَمْنَعُكَ مِمَّا يَأْمُرُ بِهِ أَصْحَابُكَ وَمَا يَحْمِلُكَ أَنْ تَقْرَأَ هَذِهِ السُّوْرَةَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّيْ أُحِبُّهَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ حُبَّهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ