Senin, 11 Juli 2022

Takbiratul Ihram Disertai Niat

Apabila niat telah dilafalkan, segeralah mengucapkan takbiratul ihram, yakni dengan mengucapkan Allaahu Akbar. Mengapa disebut takbiratul ihram? Karena dengan takbir itu orang yang shalat menjadi haram melakukan semua perbuatan yang sebelumnya dibolehkan. Misalnya, berbicara, makan, minum, bergerak yang banyak dan sebagainya.

Pada saat mengucapkan takbiratul ihram, niat shalat disertakan di dalam hati. Inilah niat yang sesungguhnya di dalam shalat, sedangkan ushalli itu hanyalah lafal niat dan bukan niat itu sendiri. Jika seseorang berniat sebelum takbiratul ihram maka shalatnya tidak sah, begitu juga jika ia berniat sesudah takbiratul ihram. Syaikh Nawawi mengatakan:

وَيَجِبُ قَرْنُ النِّيَّةِ بِتَكْبِيْرَةِ اْلإِحْرَامِ لِأَنَّهَا اَوَّلُ وَاجِبَاتِ الصَّلاَةِ - كاشفة السجا: ٥٢

"Dan wajib menyertakan niat dengan takbiratul ihram, karena hal itu adalah kewajiban pertama yang dilaksanakan dalam shalat." (Kasyifah al-Saja: 52).

Adanya kewajiban niat ini berdasarkan sabda Nabi Saw:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى - رواه البخاري

"Dari Umar bin Khaththab ra ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Segala perbuatan hanyalah tergantung niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang ia niatkan." (Shahih al-Bukhari, Juz II, halaman 894 [2392]).

Minggu, 10 Juli 2022

Bahkan Ia Lupa Menyebut Dirinya

Ibu adalah satu-satunya wanita yang lupa mendoakan dirinya di dalam rangkaian munajatnya. Sebab hati dan lisannya telah tersibukkan dengan doa untuk anak-anaknya.

Semoga Allah memuliakan setiap ibu dengan kemuliaan yang tinggi di sisi-Nya.

Hukum Berdiri dengan Satu Kaki di dalam Shalat

Orang yang shalat dimakruhkan bila berdiri hanya dengan satu kaki, sementara kaki lainnya tidak menopang tubuh meski mengenai lantai. Sikap seperti itu dikenal dengan istilah shafn, dari kata shafana al-faras (kuda berdiri di atas tiga kaki, satu kaki lainnya tidak menapak ke bumi).

Al-Hafizh al-Iraqi dalam Takhrij al-Ihya, juz 1, halaman 152, mengatakan, “Said bin Manshur meriwayatkan bahwa Ibn Mas’ud ra melihat seseorang yang mengangkat sebelah kakinya (ketika shalat), lalu ia berkata, “Orang ini menyalahi sunnah.”  

Hawa Nafsu dan Akal

Imam Syafi’i bersenandung dengan syairnya:

إِذَا حَارَ أَمْرُكَ فِيْ مَعْنَيَيْنِ # وَلَمْ تَدْرِ حَيْثُ الْخَطَا وَالصَّوَابُ

فَخَالِفْ حَوَاكَ فَإِنَّ الْحَوَى # يَقُوْدُ النُّفُسَ إِلَى مَا يُعَابُ 

Apabila kamu dibingungkan mengenai suatu persoalan yang memiliki dua akibat,

dan kamu tidak bisa melihat dengan jernih antara yang salah dan yang benar,

maka berpalinglah kamu dari bisikan-bisikan hawa nafsumu,

sebab ia hanya akan menjerumuskan jiwamu pada keburukan.

(Mukasyafat al-Qulub)

Minggu, 03 Juli 2022

Jangan Gelisah

Imam Syafi'i berkata:

وَلَا تَجْزَعْ لِحَادِثَةِ اللَيَالِي # فَمَا لِحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ

Janganlah kamu gelisah terhadap musibah-musibah yang terjadi pada malam hari.

Sebab, tiada satupun musibah dunia itu yang kekal abadi.

Keterangan:

Kebanyakan dari manusia kehilangan kesabaran, bahkan merasa risau tatkala tertimpa musibah. Mereka tidak menyadari bahwa kehidupan dunia itu tidaklah selalu dalam satu kondisi.