Selasa, 19 Juli 2022

Lupa Membaca Al-Fatihah Ketika Shalat

Membaca surat al-Fatihah di dalam shalat termasuk rukun shalat, sehingga siapa pun yang dengan sengaja tidak membacanya maka shalatnya dipandang tidak sah. Rasulullah Saw bersabda:

لَا صَلَاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَاب

“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah.”

Namun demikian, tidak seperti itu hukumnya jika seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah di dalam shalatnya itu disebabkan karena lupa atau lalai. Dalam kondisi seperti itu maka shalatnya tidak batal asalkan segera diganti sekalipun ia sudah berada pada rukun yang lain.

Minggu, 17 Juli 2022

Ada Kehinaan dalam Ketamakan

Imam Syafi’i berkata di dalam syairntya:

حَسْبِيْ بِعِلْمِيْ إِنْ نَفَعْ # مَا الذُّلُّ إِلَّا فِي الطَّمَعْ

مَنْ رَاقَبَ اللهَ رَجَعْ # مَا طَارَ طَيْرٌ وَارْتَفَعْ إِلَّا كَمَا طَارَ وَقَعْ

Ilmuku sudah cukup untukku apabila ia berguna

Kehinaan hanya terjadi jika kita bersifat tamak

Orang yang merasa diawasi Allah, akan kembali ke jalan yang benar

Burung-burung yang terbang dan membumbung tinggi akhirnya hinggap kembali ke tempat semula

Keterangan:

Pepatah mengatakan, “Sesungguhnya, ilmu itu lebih baik daripada harta. Dengan ilmu, seseorang bisa mendapatkan harta, tetapi tidak sebaliknya. Sebab, harta tidaklah dapat mendatangkan ilmu.”

Siapa saja yang diberi Allah Swt ilmu yang bermanfaat, maka sudah sepantasnya ia bersyukur atas sesuatu yang diberikan kepadanya. Sudah sepantasnya pula ia merasa hidup mulia dan lega atas ilmu yang dimilikinya. Janganlah ia sampai bersusah payah mengejar harta dunia bagaikan orang yang tak punya apa-apa. Sungguh, betapa banyak kehinaan dan ketamakan mencekik leher orang-orang lantaran ia tak bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

Jimat dan Wifiq

Jimat atau dalam bahasa Arabnya tamimah sebenarnya secara asal adalah jimat penjaga yang ditulis dan dikalungkan pada anak kecil untuk menangkal penyakit ‘ain.[1] Namun pengertian itu semakin luas dan melebar sehingga setiap jimat penjagaan apa pun bentuknya dinamakan namimah.

Jimat ini tidak lepas dari penilaian syirik orang-orang yang tergabung dalam kelompok takfir, yakni kaum Wahabi. Mereka menggunakan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagai dasarnya. Rasulullah Saw bersabada:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya suwuk (ruqyah), jimat dan pengasihan adalah syirik.” (HR Ahmad)

Penilaian seperti itu merupakan bentuk penilaian yang tergesa-gesa, dan tentu saja tanpa didasari dengan pemahaman yang baik. 

Rabu, 13 Juli 2022

Rezeki Sudah Ditanggung Allah

Imam Syafi’i berkata:

وَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَّأَنِّي # وَلَيْسَ يَزِيْدُ فِي الرِّزْقِ الْعَنَاءُ

Sebuah keterlambatan tidak akan mengurangi rezekimu.

Dan, rezekimu pun juga tidak akan bertambah dengan kepayahan badanmu.

Keterangan:

Rezeki masing-masing orang itu sudah ditanggung oleh Allah Swt. Oleh karena itu, carilah rezeki secara wajar, tidak berlebihan, apalagi sampai saling bertikai. 

Hikmah Mengangkat Kedua Tangan Saat Takbir

Ada banyak hikmah tentang mengangkat kedua tangan saat takbir. Imam Syafi’i berkata, “Demi mengagungkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya.”

Ulama yang lain mengatakan, “Demi merendahkan diri, menyerah dan mengikuti perintah.”

Pendapat lainnya, “Isyarat untuk meninggalkan urusan duniawi demi menghadapkan sepenuh wajah kepada Allah dalam shalat dan munajat kepada-Nya, sebagaimana tersimpul dalam ucapan Allaahu Akbar.”

Pendapat lainnya, “Isyarat untuk menyingkap tabir yang mendindingi si pelaku shalat dari Tuhannya.”