Rabu, 14 September 2022

Sujud Pertama

Sujud merupakan rukun dalam shalat. Dilaksanakan setelah i'tidal dengan sempurna. Turun untuk sujud disertai dengan bacaan takbir tanpa mengangkat kedua tangan. 

Imam al-Ghazali menjelaskan:

ثُمَّ اسْجُدْ مُكَبِّرًا غَيْرَ رَافِعِ الْيَدَيْنِ وَضَعْ أَوَّلاً عَلَى اْلأَرْضِ رُكْبَتَيْكَ ثُمَّ يَدَيْكَ ثُمَّ جَبْهَتَكَ مَكْشُوْفَةً وَضَعْ أَنْفَكَ مَعَ الْجَبْهَةِ - بداية الهداية : ٤٩

"Kemudian sujudlah seraya mengucapkan takbir, tanpa mengangkat kedua tangan. Pertama kali letakkan kedua lututmu, kemudian kedua tangan, lalu dahimu dalam keadaan terbuka, dan sentuhkan pula hidung ke tempat sujud bersamaan dengan dahi." (Bidayah al-Hidayah: 49).

Qalbun Salim

Syaikh Muhamad Yusuf al-Kandahlawi di dalam kitab Hayat al-Shahabah menceritakan sebuah hadits tentang sahabat Nabi yang bernama Abu Dujanah. Ketika Abu Dujanah sakit keras, sahabat yang lain berkunjung kepadanya.

Tetapi menakjubkan, walaupun wajahnya pucat pasi, Abu Dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga akhir hayatnya. Kemudian sahabat bertanya kepadanya, “Apa yang menyebabkan wajahmu bersinar?” Abu Dujanah menjawab, “Ada amal yang tidak pernah aku tinggalkan dalam hidup ini. Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum muslim dengan hati yang bersih, yang oleh al-Qur’an disebut qalbun salim.

Selasa, 13 September 2022

Tiga Hari Bersama Penduduk Surga

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa’i, Anas bin Malik ra meceritakan sebuah kejadian yang dialaminya pada sebuah majelis bersama Rasulullah Saw.

Anas bin Malik ra bercerita, “Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki calon penduduk surga’. Tiba-tiba muncullah seorang laki-laki Anshar yang janggutnya masih basah oleh air wudhu dan tangan kirinya sedang membawa sandalnya.”

Esok harinya, Rasulullah Saw berkata begitu juga, “Akan datang seorang laki-laki calon penduduk surga.” Dan muncullah laki-laki yang sama. Begitulah Nabi mengulang sampai tiga kali berturut-turut.

Minggu, 11 September 2022

Qunut Subuh

Khusus pada rakaat kedua shalat Subuh, setelah i’tidal disunnahkan membaca qunut. Imam al-Ghazali menjelaskan:

وَإِنْ كُنْتَ فِي فَرِيْضَةِ الصُّبْحِ فَاقْرَأْ الْقُنُوْتَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ فِي اعْتِدَالِكَ - بداة الهداية : ٤٩

"Jika engkau sedang melaksanakan shalat fardhu Subuh, maka bacalah qunut pada rakaat kedua ketika i'tidal" (Bidayah al-Hidayah: 49).

Kesunnahan membaca qunut ini merupakan pendapat dalam madzhab Syafi'i yang juga merupakan pendapat para sahabat Nabi Saw. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al-Majmu':

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْقُنُوْتُ فِيْهَا سَوَاءٌ نَزَلَتْ نَازِلَةٌ أَمْ لَمْ تَنْزِلْ وَبِهَذَا قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَوْكَثِيْرٌ مِنْهُمْ وَمِمَّنْ قَالَ بِهِ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَالْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ - المجموع، ج٣ ص٥٠٤   

"Dalam madzhab kita (madzhab Syafi'i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat Subuh. Baik ada bala' (cobaan, bencana, azab, dll) maupun tidak, inilah pendapat kebanyakan ulama salaf dan setelahnya. Di antaranya adalah Abu Bakar al-Shiddiq, Umar Ibn Khaththab, Utsman, Ali, Ibn Abbas dan al-Bara' bin Azib ra." (al-Majmu', Juz I, halaman 504).  

Selasa, 06 September 2022

I'tidal

Setelah sempurna melakukan ruku' kemudian melakukan i'tidal. Berdiri kembali pada posisi semula seraya mengangkat kedua tangan dan mengucapkan: 

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

[Sami'allaahu liman hamidah] 

"Allah Maha Mendengar kepada semua orang yang memuji-Nya."

عَنْ أَبِي حَمِيْدٍ السَّاعِدِي قَالَ وَهُوَ يَصِفُ صَلاَةَ رَسُوْلِ اللهِ فَإِذَا رَفَعَ اسْتَوَى حَتَّى يَعُوْدَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ - رواه البخاري

"Dari Abu Hamid al-Sa'idi, ia menggambarkan shalat Rasulullah Saw, jika bangun, beliau tegak lurus sampai setiap tulang kembali kepada tempatnya." (Shahih al-Bukhari, Juz I, halaman 284 [794]).